Thursday, November 14, 2013

Nothing In Life Is A Coincidence

The Sunset Catchers..

"There is a third dimension to traveling, the longing for what is beyond " - Jan Myrdal

Baru kembali dari ‘ritual menggosongkan muka’. Kemana? Ya seperti biasa, tebak2 aja sendiri ya, hehehe..

Dari perjalanan kali ini, ada beberapa pertanyaan mendasar yang come up dari saya atau dari teman2 seperjalanan saya. ‘Apa yang saya cari dari perjalanan ini?’, ‘Apakah perjalanan ini sia2?’, dan pertanyaan2 lain yang kadang2 suka pop up aja di kepala.

In every journey, i find new insights. Insights bisa datang dari temen2, bisa datang pas lagi free diving, bisa datang pas lagi stargazing ngitungin bintang jatuh, bisa datang pas lagi rame2 nongkrong ngobrol nggak penting tapi ternyata ujung2nya itu penting, bisa dateng pas lagi leyeh2 di white sandy beach, bisa datang di mana saja, kapan saja, dari siapa saja.

Buat saya, nothing in life is a coincidence. Begitu juga dengan perjalanan ini. Saya ketemu orang-orang yang memberi banyak insight di kepala. Bayangin aja, di tengah laut pikiran saya disentak begitu aja sama seorang temen. Coincidence? bukan.

Saya banyak berdialog dengan diri sendiri. Hal yang jarang saya lakukan di tengah hiruk pikuk Jakarta, di tengah orang2 yang sepertinya ribet dengan kehidupannya sampai lupa berhenti sejenak untuk menarik nafas dan menikmati hening dengan diri sendiri atau sekedar berinteraksi secara manusiawi dengan orang-orang lain disekitarnya. Tempo kehidupan yang melambat ‘memaksa’ saya juga untuk berjalan lambat. I’m in a slow motion mode. Disinilah waktu saya untuk berpikir. Waktu untuk diam, untuk menurunkan ritme. Tempat favorit saya?selalu di dermaga.




Jadi jawaban dari pertanyaan ‘Apakah perjalanan ini sia2?’, jawaban saya ‘tidak’.


Crystal clear!
 
 
Sunrise Serenade.
 

My room's view, super hot!


Breaking Dawn..

PS. Dapat info, kalo di pulau tetangga yang tidak jauh dari ‘rumah’ saya di sana sudah dibangun bandara dan akan segera selesai. Yang berarti akses akan semakin mudah dan semakin banyak orang yang kesana. Sedih saya dengernya. Karena pertanyaan yang selalu muncul tiap kali saya pergi ke suatu tempat yang masih sepi dan kearifan lokalnya masih kuat adalah ‘ sampai kapan tempat ini akan bertahan diam seperti ini?’.

Yah, semoga kedatangan kami2 ini yang ingin escape dari polusi kehidupan tidak ‘mengontaminasi’ kehidupan dan kebudayaan orang lokal. Just be a responsible traveler, ciao Bella!
 

No comments: